ANALISIS HASIL ASESMEN NASIONAL DALAM RAPOR PENDIDIKAN INDONESIA TERHADAP UPAYA OPTIMALISASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) DI JAWA BARAT
Main Article Content
Abstract
Asesmen Nasional memberikan perubahan paradigma terhadap sekolah. Adapun pelaksanaan Asesmen Nasional terbagi menjadi 3 aspek: (1) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), (2) Survei Karakter, dan (3) Survei Lingkungan Belajar. Penelitian ini dilakukan bertujuan menganalisis hasil Rapor Asesmen Nasional yang telah diselenggarakan pada tahun 2021, analisis ini terpusat pada evaluasi kompetensi literasi yang telah dicapai oleh peserta didik khususnya pada tingkat sekolah Provinsi Jawa Barat sebagai suatu upaya mengoptimalisasi Gerakan literasi sekolah (GLS) dan solusi yang dapat membantu meningkatkan literasi siswa. Data hasil evaluasi Asesmen Nasional ini diperoleh melalui platform Rapor Pendidikan Indonesia mengintegrasikan berbagai data pendidikan dalam upaya mengidentifikasi dan mengoptimalisasi capaian serta melakukan refleksi serta merancang langkah-langkah pembenahan penerapan Gerakan Literasi Sekolah yang efektif berbasis data. Penelitian dilakukan dengan metode studi literatur menggunakan data sekunder dan kuesioner. Proses analisis secara deskriptif dilakukan setelah data yang diperoleh, dikaji secara mendalam, dengan urutan yang sistematis, dan kritis. Kuesioner ditujukan kepada para guru dan kepala sekolah untuk memberikan saran terhadap pendampingan siswa yang memiliki literasi rendah. Berdasarkan data nasional, 18% sekolah di jenjang SD/MI/Sederajat di Provinsi Jawa Barat berada pada kategori perlu intervensi khusus. Hal ini menunjukkan bahwa kurang dari 50% peserta didik tingkat SD belum mencapai kompetensi minimum untuk literasi membaca. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jenjang lain, seperti SMP mencapai 8%, tingkat SMA mencapai 6% dan SMK 7%. Solusi yang dapat membantu meningkatkan literasi siswa yaitu dengan melakukan pendampingan secara intensif bagi siswa yang memiliki kemampuan literasi rendah.