PENGUATAN LITERASI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNTUK DAYA SAING GLOBAL

Main Article Content

Tridays Repelita
Lusiana Rahmatiana
Aris Riswandi

Abstract

Pendahuluan: Kompetisi global menuntut kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis, mengolah informasi, dan mempertahankan identitas budaya. Bahasa Indonesia memiliki peluang strategis sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan bahasa pergaulan internasional, tetapi penguatan perannya masih berhadapan dengan rendahnya kecakapan membaca, ketimpangan akses digital, serta pembelajaran sastra yang belum terintegrasi secara konsisten. Tujuan: Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi penguatan literasi bahasa dan sastra Indonesia sebagai dasar peningkatan daya saing global. Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain tinjauan pustaka sistematis. Data bersumber dari 15 artikel ilmiah terbitan 2019–2026 dan tiga dokumen kebijakan serta laporan institusional. Data dikumpulkan melalui studi dokumen, kemudian dianalisis dengan pengodean tematik, kategorisasi, perbandingan antarsumber, dan sintesis interpretatif. Hasil: Kajian menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, literasi bahasa Indonesia perlu diperluas dari kemampuan baca-tulis dasar menjadi literasi fungsional, kritis, digital, data, dan multimodal. Kedua, literasi sastra berfungsi mengembangkan kepekaan bahasa, imajinasi, kesadaran sosial, dan ketahanan identitas budaya. Ketiga, penguatan literasi memerlukan keterpaduan kurikulum, kompetensi pendidik, asesmen autentik, teknologi yang inklusif, produksi konten bermutu, dan jejaring internasional. Kesimpulan: Daya saing global tidak dibangun dengan menggantikan bahasa Indonesia oleh bahasa asing, melainkan dengan meningkatkan mutu penggunaannya sebagai sarana bernalar, berkarya, dan mendiseminasikan pengetahuan serta kebudayaan. Strategi penguatan harus menempatkan bahasa dan sastra sebagai satu ekosistem literasi yang kritis, produktif, digital, dan berakar pada kebudayaan Indonesia. 

Article Details

Section
Articles