INTEGRASI FILOSOFI MANJING AJUR AJER DAN SI TOU TIMOU TUMOU TOU DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER
Main Article Content
Abstract
Pendidikan karakter sering kali terjebak dalam pengelolaan kurikulum teoritis yang kurang berpijak pada laku hidup riil di masyarakat. Pengintegrasian kearifan lokal sebagai "teks kebudayaan hidup" (living cultural text) menjadi alternatif akademis strategis untuk mengatasi kejenuhan bahan ajar karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses asimilasi sosial Kampung Jawa Tondano sejak tahun 1830 melalui integrasi filosofi Jawa Manjing Ajur Ajer dan filosofi Minahasa Si Tou Timou Tumou Tou guna merumuskan model manajemen pendidikan karakter multikultural yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis wacana kultural kritis dan hermeneutika transkultural. Pengumpulan data dilakukan melalui triangulasi studi dokumen arsip pengasingan 62 pasukan Kiai Mojo, wawancara mendalam dengan tokoh adat Jaton, serta observasi partisipatif laku harian masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa dinamika integrasi sosial melalui pemberian tanah secara sukarela oleh Walak lokal serta perkawinan campuran kultural agung berhasil membentuk struktur masyarakat baru yang memiliki toleransi aktif dan ketahanan sosiokultural. Penyatuan kelenturan adaptif Jawa dan humanisme universal Minahasa terbukti mewujud sebagai acuan tindakan harian yang terlembaga secara harmonis. Kajian menyimpulkan bahwa rekonstruksi sejarah Jaton sebagai teks hidup memberikan sumbangsih penting bagi formulasi kurikulum karakter di sekolah. Model ini menawarkan landasan praktis bagi pendidik untuk menumbuhkan kecerdasan kultural peserta didik dalam kerangka kebangsaan.