DI BALIK FLEKSIBILITAS HYFLEX: EKSPLORASI FAKTOR PENENTU PEMILIHAN MODA MAHASISWA DALAM MATA KULIAH BAHASA INDONESIA
Main Article Content
Abstract
Salah satu keunggulan model pembelajaran Hybrid-Flexible (HyFlex) adalah kebebasan mahasiswa untuk memilih sendiri moda partisipasi belajar: luring, daring sinkron, atau daring asinkron. Kebebasan itu terdengar sederhana, tetapi kenyataannya tidak selalu berjalan mulus. Di balik setiap pilihan moda, ada pertimbangan yang jauh lebih kompleks dari sekadar selera belajar. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan itu: apa sesungguhnya yang mendorong dan menghambat mahasiswa memilih moda tertentu dalam MKU Bahasa Indonesia di Universitas Muslim Indonesia? Dengan pendekatan kualitatif-eksploratif dan analisis tematik refleksif, data digali dari tiga butir pertanyaan terbuka dalam kuesioner yang diisi oleh 250 mahasiswa peserta MKU Bahasa Indonesia berbasis HyFlex melalui LMS KALAM UMI. Hasilnya, lima tema berhasil diidentifikasi: fleksibilitas waktu sebagai pendorong terkuat, keterbatasan infrastruktur digital sebagai hambatan struktural yang paling banyak dikeluhkan, preferensi interaksi sosial yang menarik mahasiswa ke moda luring, beban ganda antara pekerjaan dan studi yang membuat asinkron menjadi solusi, serta desain konten pembelajaran di LMS yang ternyata turut memengaruhi keputusan. Kelima temuan ini diharapkan menjadi pijakan empiris untuk merancang
model HyFlex yang lebih peka terhadap realitas kehidupan mahasiswa, khususnya di perguruan tinggi Islam swasta Indonesia Timur.