MAKNA LEKSIKAL DAN MAKNA KONTEKSTUAL BAHASA INDOGLISH PADA IKLAN PRODUK KECANTIKAN SHOPEE SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SEMANTIK
Main Article Content
Abstract
Fenomena penggunaan bahasa Indoglish dalam media digital semakin berkembang seiring meningkatnya aktivitas pemasaran melalui platform ecommerce. Penggunaan kosakata bahasa Inggris yang dipadukan dengan bahasa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi variasi bahasa, tetapi juga membentuk makna baru sesuai konteks komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna leksikal dan makna kontekstual bahasa Indoglish pada iklan produk kecantikan Shopee serta menjelaskan implikasinya dalam pembelajaran Semantik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa teks iklan produk skincare dan makeup pada platform Shopee. Data diperoleh melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan metode padan referensial dengan pendekatan semantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosakata Indoglish dalam iklan memiliki dua karakteristik utama. Pertama, makna leksikal masih mempertahankan arti dasar sebagaimana terdapat dalam bahasa Inggris. Kedua, makna kontekstual mengalami perluasan, penyempitan, penghalusan, bahkan penguatan makna akibat pengaruh strategi pemasaran digital. Kosakata seperti glowing, brightening, hydrating, flawless, upgrade, best seller, ready stock, official store, dan limited edition menunjukkan adanya proses pemaknaan baru yang dipahami masyarakat Indonesia melalui konteks penggunaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena Indoglish tidak hanya mencerminkan perkembangan bahasa pada era digital, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar autentik dalam mata kuliah Semantik, khususnya pada materi makna leksikal, makna kontekstual, perubahan makna, dan hubungan antara bahasa dengan budaya digital.