EKOPEDAGOGI DALAM SASTRA ANAK: INTEGRASI KEARIFAN LOKAL, TEKNOLOGI AI, DAN TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Main Article Content

Usman

Abstract

Krisis ekologis yang berlangsung bersamaan dengan meningkatnya kompetisi global menuntut penguatan literasi bahasa dan sastra Indonesia yang tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan membaca, tetapi juga pada pembentukan kesadaran mengenai keberlanjutan. Dalam konteks tersebut, sastra anak menempati posisi yang strategis karena mampu mengintegrasikan imajinasi, nilai-nilai budaya, dan pengalaman ekologis ke dalam bentuk cerita yang dekat dengan kehidupan anak. Artikel ini bertujuan mengkaji keterpaduan antara ekopedagogi, kearifan lokal, teknologi kecerdasan buatan, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam pengembangan sastra anak Indonesia. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang memanfaatkan berbagai literatur ilmiah dan dokumen kelembagaan yang diterbitkan selama periode 2021–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa sastra anak yang berlandaskan kearifan lokal berpotensi menjadi media ekopedagogis untuk menumbuhkan empati ekologis, memperkuat identitas budaya, serta mengembangkan literasi kritis. Di sisi lain, teknologi AI membuka peluang untuk mendukung proses produksi, adaptasi, penerjemahan, dan penyebarluasan karya sastra, meskipun pemanfaatannya harus tetap disertai pertimbangan etika, ketepatan representasi budaya, perlindungan hak cipta, serta peran kuratorial pendidik. Integrasi tersebut memberikan kontribusi terhadap pencapaian SDG 4, SDG 9, SDG 11, SDG 13, dan SDG 15, sekaligus memperluas posisi bahasa Indonesia dalam ranah literasi global. 

Article Details

Section
Articles