NARASI ANCAMAN DAN KONTRA-NARASI NEGARA: STRUKTUR AKTANSIAL HOAKS BERBAHAYA DAN PEMBONGKARANNYA DALAM KLARIFIKASI RESMI KOMDIGI 2025
Main Article Content
Abstract
Hoaks berbahaya menyebar bukan sebagai informasi datar melainkan
sebagai narasi—kisah yang menghadirkan penjahat, korban, dan ancaman
untuk membangkitkan ketakutan. Penelitian ini menganalisis struktur
naratif hoaks ancaman dan cara negara membongkarnya, dengan
memadukan model aktansial Greimas dan analisis wacana atas korpus
klarifikasi resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik
Indonesia 2025. Dari populasi tahunan penuh 1.599 klarifikasi,
diidentifikasi dan dianalisis 55 narasi hoaks bertema ancaman (kekerasan,
wabah, penculikan, bencana, konspirasi) beserta kontra-narasi
pembongkarannya. Analisis kualitatif-dominan dengan dukungan
kuantifikasi memperlihatkan bahwa narasi ancaman memiliki struktur
aktansial yang khas: seluruhnya (100%) dibuka dengan formula sirkulasi
Beredar… yang memposisikan media sosial sebagai pengirim, aksi bahaya
menjadi predikat dominan (67,3%), dan objek/korban kerap dihadirkan
(30,9%) sementara subjek/penjahat justru sering dikaburkan (16,4%). Tipe
ancaman terbanyak adalah kekerasan (45,5%), disusul bencana (16,4%)
dan wabah biologis (14,5%). Kontra-narasi negara membongkar struktur ini
melalui inversi aktansial—memindahkan hoaks itu sendiri ke posisi objek
yang divonis, dengan pers dan pemeriksa fakta sebagai penolong. Penelitian
ini menyumbang pemerian naratologis atas genre hoaks ancaman dan
mekanisme kontra-naratif negara, serta implikasi bagi literasi digital yang
peka-narasi.