EKOLITERASI DALAM BUKU CERITA ANAK MOHAM DAN HUTAN YANG SEDIH: ANALISIS NILAI DAN STRATEGI PENYAMPAIAN PESAN LINGKUNGAN PADA KARYA GURU-GURU SD KOTA PASURUAN

Main Article Content

Zahro Rokhmawati
Adelia Savitri
Patricia Elsa Marchelia Wibiasty

Abstract

 Persoalan lingkungan yang semakin kompleks menuntut adanya upaya
penanaman kesadaran ekologis sejak usia dini. Salah satu media yang dapat
dimanfaatkan untuk membangun literasi lingkungan adalah buku cerita
anak yang menghadirkan pengalaman belajar melalui narasi. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai ecoliteracy yang terkandung dalam
buku cerita anak Moham dan Hutan yang Sedih serta menjelaskan bagaimana
nilai-nilai tersebut dikonstruksi melalui unsur naratif cerita. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis isi. Sumber data
berupa buku Moham dan Hutan yang Sedih yang terdiri atas sepuluh cerita
bertema lingkungan karya guru-guru Sekolah Dasar Kelompok Kerja Guru
(KKG) 01 Kota Pasuruan. Data berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi
yang merepresentasikan nilai-nilai ecoliteracy. Pengumpulan data dilakukan
melalui teknik dokumentasi dan pembacaan intensif (close reading),
kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, pengkodean,
kategorisasi, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa buku tersebut memuat lima dimensi utama ecoliteracy,
yaitu kesadaran terhadap masalah lingkungan, tanggung jawab terhadap
lingkungan, tindakan pelestarian lingkungan, kolaborasi dalam menjaga
lingkungan, dan keberlanjutan lingkungan. Kelima dimensi tersebut
dibangun melalui pola naratif yang konsisten, yaitu pengenalan masalah
lingkungan, munculnya kepedulian tokoh anak, pelaksanaan tindakan nyata,
keterlibatan berbagai pihak, dan perubahan kondisi lingkungan menjadi
lebih baik. Penelitian ini mengusulkan Model Naratif Ekoliterasi Berbasis
Tokoh Anak yang menjelaskan bahwa pembentukan ekoliterasi dalam sastra
anak berlangsung melalui tahapan kesadaran ekologis, tanggung jawab,
tindakan, kolaborasi, dan keberlanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa
buku cerita anak memiliki potensi sebagai media literasi ekologis sekaligus
pendidikan karakter yang mendukung pembentukan perilaku peduli
lingkungan pada anak 

Article Details

Section
Articles