Internasionalisasi Sastra Indonesia Sebagai Strategi Inovatif Program Studi PBSI Dalam Penguatan Literasi dan diplomasi Bahasa

Main Article Content

Heny Subandiyah
Riki Nasrullah

Abstract

Sastra Indonesia, yang meliputi karya-karya berbahasa Indonesia dan bahasa daerah, menyimpan kekayaan nilai kultural yang sangat potensial untuk dikenalkan secara lebih luas di kancah internasional. Dalam konteks penguatan literasi dan diplomasi bahasa, internasionalisasi sastra menjadi langkah strategis yang perlu didukung secara sistematis oleh lembaga pendidikan, termasuk Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Namun, upaya ini masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan akses terhadap karya sastra, kurangnya penerjemahan berkualitas, hingga lemahnya jejaring promosi dan distribusi secara global. Makalah ini disusun dengan harapan akan dapat menawarkan sejumlah inisiatif kreatif dan inovatif yang dapat dijalankan oleh program studi PBSI dalam mendukung internasionalisasi sastra Indonesia. Beberapa strategi yang diajukan pada makalah ini meliputi sejumlah hal berikut: penyusunan peta jalan internasionalisasi yang berbasis kajian akademik, pengembangan pusat penerjemahan di lingkungan kampus, serta integrasi karya sastra Indonesia ke dalam kurikulum pengajaran BIPA, dan program pertukaran budaya. Selain itu, program pelatihan penulisan sastra lintas budaya, kolaborasi dengan komunitas sastra internasional, dan penyelenggaraan forum ilmiah berskala global juga menjadi bagian penting dalam membangun daya saing dan jejaring internasional. Dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas sastra, dan penerbit, program studi PBSI dapat mengambil peran sebagai motor penggerak dalam diplomasi sastra dan penguatan literasi global. Internasionalisasi sastra Indonesia mencerminkan upaya strategis untuk membawa Bahasa Indonesia masuk ke dalam arus utama wacana global dan ekosistem peradaban dunia, tidak terbatas pada agenda kebudayaan semata.

Article Details

Section
Articles