Potensi Kewirausahaan Dalam Sastra Lisan Ternate
Main Article Content
Abstract
Sastra lisan Ternate merupakan warisan budaya tak benda yang mencerminkan nilai-nilai luhur, identitas lokal, dan sejarah masyarakat. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, eksistensi sastra lisan menghadapi ancaman kepunahan akibat berkurangnya pewarisan antargenerasi dan minimnya dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kewirausahaan dalam sastra lisan Ternate sebagai alternatif pelestarian budaya melalui pendekatan ekonomi kreatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat, seniman tradisi, pelaku UMKM kreatif, komunitas budaya, dan generasi muda di Kota Ternate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai bentuk sastra lisan, seperti dolabololo, cerita rakyat, hikayat kesultanan, dan syair adat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk kreatif. Produk tersebut mencakup buku cerita anak, animasi digital, pertunjukan budaya, hingga merchandise bertema budaya. Beberapa inisiatif lokal telah memulai upaya ini. Namun, masih bersifat terbatas dan belum terintegrasi dalam kebijakan strategis. Hambatan utama meliputi kurangnya dokumentasi, keterampilan teknologi, dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra lisan Ternate dapat menjadi sumber daya ekonomi yang signifikan jika dikelola secara etis, partisipatif, dan inovatif melalui ekosistem kewirausahaan budaya. Pelibatan generasi muda dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal.