Tanda-Tanda Spiritual dan Wacana Transendensi: Kajian Sastra Profetik Dalam Cerpen Perihal Tanda-Tanda Karya Wisnu Sumarwa

Main Article Content

Setiawan

Abstract

Penelitian ini mengkaji tanda-tanda spiritual dan wacana transendensi yang terdapat dalam cerpen Perihal Tanda-tanda karya Wisnu Sumarwan dalam cerpen pilihan Kompas 2017 dengan menggunakan acuan berpikir sastra profetik. Sastra profetik, seperti diungkapkan Kuntowijoyo, melihat karya sastra sebagai wahana estetik yang membawa misi humanisasi, liberasi, dan transendensi, sehingga tidak hanya merepresentasikan realitas, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis) yang difokuskan pada identifikasi dan interpretasi tanda-tanda spiritual—baik berupa indeks, ikon, maupun simbol serta pemaknaan transendensi yang menyertainya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanda-tanda kematian yang disampaikan tokoh nenek berfungsi sebagai indeks spiritual yang menghubungkan realitas empiris dengan ranah transendental. Simbol-simbol seperti metafora “nasi yang hampir tanak” menjadi representasi filosofis proses hidup dan mati yang bisa melampaui nalar rasional, namun sarat makna spiritual. Analisis dengan kerangka sastra profetik mengungkap bahwa tanda-tanda tersebut mengandung pesan moral dan religius yang mengajak pembaca untuk mencoba bertafakur tentang hakikat kehidupan dan kematian sebagai bagian yang tak terpisahkan dari takdir Allah Swt. Penelitian ini menegaskan bahwa cerpen Perihal Tanda-tanda tidak sekadar menyampaikan narasi realistik, tetapi juga membuka ruang refleksi batin yang menuntun pembaca pada dimensi terdalam kemanusiaan.

Article Details

Section
Articles