Nilai Sosial Dalam Novel Sabtu Bersama Bapak Sebagai Penguatan Literasi Bahasa dan Sastra di SMA
Main Article Content
Abstract
Literasi dipahami bukan hanya sebagai keterampilan membaca dan menulis, melainkan juga sebagai kemampuan kritis dan reflektif dalam memahami nilai- nilai sosial yang terkandung dalam teks sastra dalam konteks pendidikan abad ke-21. Tantangan rendahnya minat baca serta keterbatasan pemahaman siswa terhadap karya sastra menuntut strategi pembelajaran yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial yang terdapat dalam novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya serta mengkaji relevansinya sebagai bahan ajar apresiasi sastra untuk memperkuat literasi Bahasa Indonesia di tingkat SMA. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis isi. Sumber data berupa teks novel Sabtu Bersama Bapak terbitan GagasMedia. Data dikumpulkan melalui pembacaan intensif, pencatatan kutipan yang relevan dengan indikator nilai sosial, serta validasi melalui triangulasi sumber dan ahli. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel mengandung tiga nilai sosial utama, yaitu kasih sayang, tanggung jawab, dan kekeluargaan, dengan dominasi nilai kekeluargaan yang merefleksikan realitas sosial keluarga Indonesia kontemporer. Nilai kasih sayang hadir melalui interaksi emosional antartokoh, sedangkan nilai tanggung jawab tercermin dalam kesadaran tokoh menjalankan peran sosial dan keluarga. Ketiga nilai ini memiliki relevansi pedagogis dalam pembelajaran literasi berbasis sastra karena mampu mengasah empati, kesadaran sosial, dan kemampuan berpikir reflektif siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa novel Sabtu Bersama Bapak dapat dijadikan bahan ajar apresiasi sastra yang mendukung penguatan literasi kritis di SMA. Namun, keterbatasan penelitian terletak pada lingkup analisis yang hanya menggunakan satu teks novel, sehingga diperlukan kajian lanjutan yang lebih luas dan uji empiris dalam konteks pembelajaran. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk mengembangkan desain eksperimen atau penelitian tindakan kelas agar efektivitas penggunaan karya sastra dalam penguatan literasi dapat diukur secara lebih komprehensif.