Representasi Kesadaran Metalinguistik Melalui Grammatically Judgement Test dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Menulis

Main Article Content

Arti Prihatini
Hari Windu Asrini

Abstract

Keterampilan menulis sangat dibutuhkan bagi mahasiswa. Akan tetapi, mahasiswa sering menghadapi kesulitan dalam menyusun kosakata dan kalimat untuk menyampaikan gagasan dalam menulis. Masalah utama mahasiswa tersebut bermuara dari metalinguistic awareness, yakni kepekaan dan kemampuan untuk mengaplikasikan keterampilan berbahasa secara praktis. Dengan kurangnya metalinguistic awareness, mahasiswa sulit untuk menentukan dan menyusun kosakata dan kalimat untuk menuangkan pemikirannya sehingga dapat mengganggu kelancaran dalam menulis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metalinguistic awareness mahasiswa dengan grammaticality judgment test dan ilmplikasinya terhadap keterampilan menulis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah mixed- method dengan subjek penelitian sejumlah 66 mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang. Data dikumpulkan melalui grammaticality judgment test dan wawancara. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan SPSS, serta secara kualitatif melalui interpretasi hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat metalinguistic awareness mahasiswa cukup bervariasi, dengan mayoritas berada di kategori "cukup paham" (62%), sementara 26% berada di kategori "paham" dan 12% di kategori "tidak paham". Aspek yang paling dipahami adalah kejelasan (64%), diikuti oleh kehematan (61%) dan kelugasan (60%). Namun, keparalelan (51%) dan ketepatan (49%) menunjukkan pemahaman yang lebih rendah, yang menunjukkan perlunya pembelajaran lebih mendalam pada kedua aspek ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metalinguistic awareness berperan penting dalam keterampilan menulis mahasiswa, terutama dalam aspek kejelasan, kehematan, dan kelugasan. Mahasiswa cenderung lebih mudah menguasai aspek-aspek ini, tetapi menghadapi kesulitan dalam aspek keparalelan dan ketepatan sehingga membutuhkan perhatian lebih. Kendala yang ditemui mencakup kesulitan dalam menyaring informasi yang tidak relevan, memeriksa kebenaran informasi, menghindari ambiguitas, dan menerapkan struktur paralel yang lebih kompleks. Oleh karena itu, pelatihan intensif di bidang ini sangat diperlukan untuk meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa.

Article Details

Section
Articles