Register Siaran Langsung Akun Jual Beli Online di Shopee: Kajian Sosiolinguistik

Main Article Content

Ermawati

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan siaran langsung sebagai strategi komunikasi pemasaran di platform e-commerce, yang memunculkan ragam bahasa khas sesuai konteks interaksi digital. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk register yang terdapat dalam siaran langsung (live streaming) akun jual beli online di Shopee. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian sejumlah 102 data transkrip bahasa lisan dan tulis berasal dari tujuh host dan 154 s.d 431 penonton (viewers) di akun jual beli online. Metode yang digunakan adalah metode simak dengan teknik: sadap, simak bebas libat cakap, dan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dan dilanjutkan dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Triangulasi data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan register dapat diklasifikasikan menjadi 5 bentuk, yaitu (1) register singkatan/akronim seperti, co, vc, eta, et, pocer, dono, tap2, tap lop, gercep, cod, recomen, dan ongkir digunakan untuk mengefisiensikan interaksi dan mempererat identitas kolektif antarpenjual dan pembeli; 2) register perubahan makna, seperti spill, goyang, pin, take off, nyantol, nyangkut, nempel, keranjang kuning, dan cekout menunjukkan mekanisme kreatif pemaknaaan ulang untuk memberikan efek emosional dan menarik perhatian; 3) register sindiran seperti, "tap di hatimu bang", nempel, live, bintang 1 shopee food maaf, viewers baru, dan nyolot menunjukkan dimensi relasi sosial dan kedekatan antarpenutur, ekspresif, mencairkan suasana, dan memberikan layanan tidak konfrontatif, tetapi menyampaikan maksud secara tersirat; 4) register kata tunggal seperti, info, daypack, pengiriman, tas, dan stay digunakan untuk pertanyaan langsung, permintaan atau respon cepat; dan 5) register kompleks seperti, seperti sematin, gercep, keranjang kuning, gerak cepat, samplenya, bintang lima, done koin, dan done paymet menunjukkan komunikasi tidak hanya bersifat transaksional melainkan juga kultural dan simbolik. Dengan demikian, bentuk register paling dominan yaitu register perubahan makna. Penelitian selanjutnya, disarankan mengeksplorasi fungsi pragmatis dan dampak sosial dari penggunaan register dalam konteks digital lainnya.

Article Details

Section
Articles