Posthumanisme Pedagogi Dalam Pembelajaran Bahasa di Perguruan Tinggi: Tujuan dan Praktik
Main Article Content
Abstract
Artikel ini mengkaji penerapan pedagogi posthumanisme dalam pembelajaran bahasa di perguruan tinggi, dengan fokus pada tujuan dan praktik. Pedagogi posthumanisme menghadirkan sebuah perspektif teoretis yang transformatif dalam memahami pendidikan bahasa, yang secara mendasar mengakui kompleksitas identitas manusia yang terus berkembang dan berinteraksi secara dinamis dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Penelitian ini adalah penelitian literature review yang dilakukan dengan mengumpulkan literatur yang relevan melalui berbagai sumber tekstual, termasuk buku-buku ilmiah, jurnal akademis, prosiding konferensi, dan dokumen lainnya yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Kriteria pemilihan literatur mencakup sumber-sumber yang membahas teori posthumanisme dalam pendidikan tinggi, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta penelitian terkait pedagogi yang melampaui paradigma humanisme tradisional. Data yang diperoleh dianalisis melalui metode deskriptif-analitis, yang memungkinkan untuk mengidentifikasi tema-tema kunci, memahami argumen-argumen utama, serta mengeksplorasi implikasi praktis dari pedagogi posthumanisme dalam konteks pembelajaran bahasa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tujuan dari pothumenisme pedagogy adalah untuk menggeser paradigma pendidikan yang berpusat pada manusia (antroposen) menuju pendekatan yang lebih inklusif, dengan mempertimbangkan keterkaitan antara manusia, teknologi, lingkungan, dan makhluk nonmanusia. Adapun praktik posthumenisme pedagogi melibatkan penggunaan teknologi secara kritis dan reflektif, mendorong kolaborasi antara manusia dan mesin, serta mengembangkan kesadaran akan dampak sosial dan lingkungan dari pembelajaran bahasa. Kesimpulannya pedagogi posthumanisme menawarkan wawasan baru tentang bagaimana pendidikan bahasa dapat mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan kompleks di era digital dan global, dengan menekankan pada pentingnya pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kesadaran.