Penggunaan Bahasa Indonesia “Bunda Corla” pada Platform Digital Live TikTok dan Instagram

Main Article Content

I Gusti Ayu Putu Istri Aryasuari
Ida Ayu Novita Yogan Dewi
Yuliana Icen

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penggunaan Bahasa Indonesia Bunda Corla pada Media Sosial” yang bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk penggunaan bahasa Indonesia khas Bunda Corla, menganalisis fungsi pragmatik tuturan yang digunakan, serta menjelaskan peran bahasa tersebut dalam pembentukan identitas digital dan komunitas daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik digital dengan metode analisis wacana kualitatif. Data diperoleh dari cuplikan live Instagram dan video TikTok Bunda Corla yang dipilih secara purposif, kemudian dianalisis melalui kategorisasi leksikal, fungsi pragmatik, dan strategi wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bunda Corla menciptakan sejumlah kosakata khas seperti “bandit,” “yaoloh-yaoloh,” dan “tercorla-corla” yang berfungsi sebagai penanda identitas kelompok penggemar. Tuturan ekspresif yang ia gunakan tidak hanya menjadi sarana humor dan keakraban, tetapi juga menjadi strategi pragmatik untuk menegur, mengatur, sekaligus menjaga solidaritas audiens. Selain itu, ditemukan adanya negosiasi kuasa dalam interaksi, di mana Bunda Corla mampu menegaskan otoritasnya sebagai figur publik namun tetap mempertahankan kedekatan dengan pengikut melalui gaya bahasa yang performatif. Fenomena ini memperlihatkan bagaimana idiolek personal dapat berkembang menjadi bahasa kolektif yang viral di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia oleh Bunda Corla bukan sekadar bentuk komunikasi spontan, melainkan praktik performatif yang merefleksikan dinamika identitas, solidaritas, dan kekuasaan dalam ruang digital. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap kajian sosiolinguistik digital di Indonesia, sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan mengenai peran figur publik dalam pembentukan tren bahasa di media sosial.

Article Details

Section
Articles