Literasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Smpn 7 dan Smpn 19 Kota Singkawang
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pembelajaran literasi Bahasa Indonesia dapat diimplementasikan sebagai sarana penguatan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila di lingkungan sekolah multikultural, khususnya di SMPN 7 dan SMPN 19 Singkawang, di mana mayoritas siswanya merupakan keturunan Tionghoa. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru Bahasa Indonesia, dan siswa, serta dokumentasi kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di kedua sekolah tersebut tidak hanya berfokus pada aspek kebahasaan, tetapi juga diarahkan pada pengembangan karakter, termasuk nasionalisme, toleransi, gotong royong, dan berpikir kritis. Di SMPN 7 Singkawang, perayaan lintas agama seperti Idulfitri, Imlek, dan Natal menjadi ruang interaksi inklusif yang mendorong sikap saling menghargai. Sementara itu, SMPN 19 secara rutin mengadakan pekan seni budaya yang menampilkan keberagaman etnis sebagai cara untuk memperkuat identitas kebangsaan yang pluralistik. Peran aktif guru, dukungan dari kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan mewujudkan nilai-nilai Pancasila melalui pembelajaran Bahasa Indonesia. Siswa keturunan Tionghoa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bertindak sebagai agen aktif dalam membangun identitas kebangsaan yang inklusif dan toleran. Namun demikian, beberapa tantangan masih dihadapi, seperti kurangnya bahan ajar yang kontekstual, terbatasnya akses terhadap teknologi, dan minimnya pelatihan guru. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang relevan secara budaya, pelatihan guru dalam pedagogi multikultural, serta integrasi teknologi pendidikan yang mendukung pengembangan karakter.