Pendokumentasian Sastra Lisan Sebagai Upaya Penguatan Pembelajaran Sastra Berbasis Kearifan Lokal
Main Article Content
Abstract
Sastra lisan tetap menjadi topik hangat dalam berbagai kajian ilmiah, meskipun keberadaannya mulai tergeser oleh media digital. Penelitian sebelumnya banyak membahas sastra lisan secara umum, namun sedikit yang menekankan pemanfaatan dokumentasi sastra lisan untuk penguatan pembelajaran di sekolah. Saat ini, anak-anak lebih sering terpapar media digital sehingga terbatas kesempatan untuk mengenal sastra lisan secara langsung. Selain itu, bahan bacaan sastra lisan yang terdokumentasi masih sangat terbatas. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literer ini bertujuan mendokumentasikan dan melestarikan 35 sastra lisan dari berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya wilayah Mataraman, serta menilai potensinya sebagai bahan ajar pembelajaran sastra. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan wawancara, dengan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35 sastra lisan berbentuk legenda, mitos, dan cerita rakyat mengandung nilai-nilai karakter masyarakat Indonesia, seperti kerja keras, gotong royong, kepedulian lingkungan, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, sastra lisan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar yang mendukung penguatan pembelajaran sastra berbasis kearifan lokal.