Model Menulis Teks Deskriptif Siswa Berbasis Social Great Project (Sgp)

Main Article Content

Sitti Rachmi Masie
Sayama Malabar
Dakia N. Djou
Rivaldi Tiansi

Abstract

Pembelajaran menulis teks adalah bagian dari proses pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra. Teks yang menarik, dilalui dengan latihan. Menciptakan ide adalah mengidentifikasi unsur teks, menuangkan kisah positif melalui teks deskriptif, melakukan pengamatan untuk dibuatkan karya. Tujuannya diharapkan peserta didik sekolah menengah pertama memiliki kemampuan dalam mengembangkan imajinasi, dan menciptakan karya, khususnya teks deskriptif yang kreatif. Menulis teks dilakukan melalui pendekatan social great project (SGP) Pendekatan ini adalah cara yang dipilih dalam mengembangkan pembelajaran menulis teks, dalam wujud pengamatan langsung terhadap objek, yang memiliki keyakinan dan mampu menerapkan nilai untuk berpikir dan bertindak positif. Model Social Great Project (SGP) sebagai metode belajar mengajar anak didik di bawah bimbingan guru mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan maksud untuk belajar. Hal ini untuk meningkatkan pembelajaran menulis deskripsi karena dengan mendekatkan objek belajar dengan peserta didik akan lebih memudahkan peserta didik untuk menuangkan ide-ide ke dalam tulisan. Tujuan teknik ini adalah melaksanakan Social Great Project (SGP) peserta didik diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung dari objek yang dilihatnya, dapat turut menghayati tugas pekerjaan orang lain dan dapat bertanggung jawab. Dengan demikian mereka mampu memecahkan persoalan yang dihadapi dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini (a) menghasilkan model menulis teks deskripsi berbasis social great project (SGP), dan (b) menghasilkan kelayakan dan uji efektivitas model menulis teks deskripsi berbasis social great project (SGP). Metode pengembangan yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan dari Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Sugiyono dengan lima tahapan. Tahapan pengembangan meliputi analisis potensi dan masalah, melakukan pengumpulan data, mendesain produk pengembangan, melakukan validasi, dan merevisi produk. Hasil validasi dari ahli materi, ahli media terhadap materi ajar yang dikembangkan menunjukkan kategori “Layak”. Presentase berupa hasil validasi ahli materi diperoleh presentase penilaian 86% kategori “sangat layak”. Validasi ahli media diperoleh hasil presentase 74% kategori “layak”. Jadi, secara keseluruhan kelayakan produk termasuk dalam kriteria layak

Article Details

Section
Articles